Light Roast Lebih Baik Untuk Kesehatan dari Dark Roast?

Ngobrolin dunia perkopian saat ini memang lagi seru-serunya. Karena selain sedang trend, kopi juga merupakan minuman ajaib dengan berbagai manfaatnya. Yang awalnya kopi hanya dipandang sebagai minuman bapak-bapak dan kakek-kakek tua, saat ini kopi juga dinikmati oleh para kaum hawa, karena banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Wanita saat ini juga lebih melek terhadap gaya hidup sehat, terutama makanan dan minuman.

Kami, nangcoffee.com yang saat ini konsentrasi pada penjualan kopi roasbean ini juga ikut ngulik tentang kopi. Kita mulai dari roasting ya. Sudah tau belum apa itu roasting?

Roasting atau sangrai adalah mengolah kopi dari berbentuk biji mentah menjadi kopi yang siap di giling. Simplenya adalah menggoreng kopi. Nah berikut ada beberapa yang harus kamu tau mengenai tipe roasting dan manfaatnya. Kasih intip sedikit tentang 3 jenis roasting ya. Pertama, light roast [ini adalag tipe roasting muda. Dari segi warna terlihat lebih terang]. Kedua, medium roast atau roasting sedang [dimana kopi tampak lebih gelap disbanding light roast]. Ketiga adalah dark roast [roatingan ini lebih gelap lagi disbanding medium roast, warna hitam). Nah sudah tau kan sedikit tentang roasting ta, kita sekarang membahas tentang manfaat kopi berdasarkan roastingnnya ya.

Perdebatan demi perdebatan mengenai light roast dan dark roast terus saja dibahas dari berbagai sisi. Salah satunya adalah perihal kesehatan. Lalu manakah yang lebih sehat di antara keduanya?

DILANGSIR dari situs kopi sprudge.com, kopi yang disangrai lebih gelap ternyata kalah ‘sehat’ dibanding kopi yang disangrai tak gelap. Hal ini bukan lahir dari isapan jempol belaka melainkan terwujud dari penelitian yang baru saja dilakukan oleh Journal of Food Mecicine. Mereka menyimpulkan bahwa light roast memiliki khasiat yang lebih baik setingkat daripada dark roast.

Sebelum Journal of Food Medicine mengumumkan hasil penelitiannya mengenai hal ini, sejumlah ilmuan dari Korea telah meneliti mengenai “efek nutrisi pada proses sangrai kopi arabika dilihat dari waktu penyangraiannya”. Pada saat melakukan penelitian ini para ilmuan Korea ini menggunakan Hottop untuk menyangrai kopi. Mereka menggunakan 200 gram kopi dari single origin Brasil Ipanema Natural. Dalam penelitian ini mereka menyangrai kopi dalam empat roasting level yaitu, light, medium, city and French roast. Lamanya proses roasting adalah berkisar antara 08:00 – 11:33.

Setelah disangrai, kopi kemudian digiling menggunakan mesin penggiling Faema E98. Setelah dua tahap ini selesai kemudian kopi tadi dianalisis untuk mengetahui kandungan senyawa kafeinnya dan total fenolnya. Dari sini diketahui bahwa kadar kafein tidak berubah secara signifikan ditinjau dari level sangrainya.

Tapi ternjadi penurunan drastis pada senyawa asam chlorogenic dan kandungan antioksidan pada kopi yang disangrai dark roast. Asam chlorogenic adalah senyawa yang memberikan zat antiinflamasi pada kopi yang dinilai baik. Penurunan asam chlorogenic dan antioksidan yang dibutuhkan peminum kopi dinilai mengurangi manfaat kopi bagi kesehatan. Oleh karena itu, mereka menyimpulkan light roast lebih baik dari dark roast dari segi sains.

About the author: nang

Leave a Reply

Your email address will not be published.